Minggu, 14 Oktober 2012

Transmisi budaya dan biologis serta awal perkembangan dan pengasuhan


Transmisi budaya dan biologis serta awal perkembangan dan pengasuhan


Transmisi budaya, adalah cara sekelompok orang dalam masyarakat atau budaya cenderung untuk belajar dan menyampaikan informasi baru. Gaya belajar sangat dipengaruhi oleh bagaimana suatu budaya sosialisasi dengan anak-anak dan orang muda. kunci dari budaya adalah bahwa hal itu tidak diteruskan secara biologis dari orang tua kepada keturunannya, melainkan belajar melalui pengalaman dan partisipasi .Atas dasar pembelajaran budaya, orang menciptakan, ingat, dan berurusan dengan ide-ide. Mereka memahami dan menerapkan sistem spesifik dari makna simbolis .Belajar budaya tergantung pada inovasi atau kemampuan untuk membuat tanggapan baru terhadap lingkungan dan kemampuan untuk berkomunikasi atau meniru perilaku orang lain (Lehmann, Feldman & Kaeuffer, 2010).  

   
1.Transmisi Vertikal
•    General Acculturation
Dari orang yang lebih tua atau orang tua, pada budaya sendiri (intra) informal yang bdidapat dari lingkungan keluarga.
contoh : seorang cucu yang taat melaksanakan ibadah karena melihat conoh dari neneknya
•    Specific Socialization
Peristiwa yang disengaja, terarah dan sistematis.
Contoh : anak di didik untuk tidak membantah orang tua. (pendidikan formal yang didapat dari sekolah).
2.    Oblique Transmision

Dari orang dewasa lain yang budayanya sama (akulturasi/sosialisasi) dan dari orang yang budayanya beda (akulturasi/resosialisasi)
•    General Acculturation
Orang dewasa yang budayanya sama
contoh : anak meniru sopan-santun orang dewasa, misalnya guru.
•    Specific Socialization
contoh : guru menanamkan sifat-sifat empati dan simpati terhadap orang lain.
•    General Acculturation
Orang dewasa yang berbudaya beda.
contoh : model pakaian,gaya berdandan maupun gaya potongan rambut
3.   
Horizontal Transmision
•    General Aacculturation
Dari teman sebaya pada budaya yang sama.
contoh : anak ikut-ikutan meminum minuman alkohol  dan meroko karena ikut temannya.
•    Specific Socialization
contoh : ketika diskusi kelompok, anak mengikuti aturan yang berlaku misalnya berbicara bergantian.
Bentuk-bentuk transmisi budaya 

1.        Enkulturasi
 . Proses penerusan dan kebudayaan transmsi dari generasi ke generasi selama hidup seseorang individu dimulai dari keluaraga terutama ibu. Belajar budaya memungkinkan individu untuk memperoleh keterampilan yang mereka akan mampu untuk mandiri selama hidup mereka (Van Schaik & Burkart, 2011). Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. enkulturasi menyebabkan budaya masyarakat tertentu bergerak dinamis mengikuti perkembangan jaman. mempengaruhi perkembangan psikologi individu melalui proses belajar dan penyesuaian alam pikiran dan sikap individu dengan sistem norma, adat, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya.
2.Akulturasi 
proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sehingga unsur-unsur kebudayan asing itu lambat laun dapat diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnnya kebudayaan itu sendiri.Contoh akulturasi: Saat budaya rap dari negara asing digabungkan dengan bahasa Jawa, sehingga menge-rap dengan menggunakan bahasa Jawa. Ini terjadi di acara Simfoni Semesta Raya.suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi selalu adakelomok individu-individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi . proses akulturasi yang berjalan dengan baik dapat menghasilkan integrasi antara unsur-unsur kebudayaan asing dengan unsur-unsur kebudayaan sendiri. 
3.Sosialisasi 
sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau 
nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Berger mendefinisikan sosialisasi sebagai “a process a child learns to be a participant member of society” –proses melalui mana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpatisipasi dalam masyarakat.Sosialisasi mempengaruhi perkembangan psikologi individu melalui proses pemasyarakatan, yaitu seluruh proses apabila seorang individu dari masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu-individu lain dalam masyarakat.Proses sosialisasi ini akan terus berlangsung sepanjang hayat si Anak/Individu. Seorang Individu dalam kehidupan masyarakatnya akan selalu belajar kebudayaan melalui proses-proses internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi secara bersamaan.
Pengaruh Enkulturasi terhadap perkembangan psikologi individu

Enkulturasi mempengaruhi perkembangan psikologi individu melalui proses belajar dan penyesuaian alam pikiran dan sikap individu dengan sistem norma, adat, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Enkulturasi terjadi karena lingkungan yang menerapkan aturan-aturan tersebut. Sehingga individu itu sendiri menyesuaikan.
Pengaruh Akulturasi terhadap perkembangan psikologi individu

Akulturasi mempengaruhi perkembangan psikologi individu melalui suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Akulturasi terjadi karena sekelompok orang asing yang berangsur-angsur mengikuti cara atau peraturan di dalam lingkup orang Indonesia.
Perbedaan Enkulturasi dengan Akulturasi

Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur ditransmisikan dari generasi satu ke generasi selanjutnya. Mempelajari mengenai budaya, bukan mewarisinya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan dengan gen. Orang tua, teman-teman, lembaga sekolah, dan pemerintahan adalah guru utama di bidang kultur. Dan enkulturasi terjadi melaui mereka.
Sedangkan akulturasi mengacu pada proses dimana kultur diperbaiki dan dimodifikasi melalui kontak atau pemaparan langsung dengan kultur yang lain. Sebagai contoh, apabila ada sekelompok imigran yang kemudiam menetap di Amerika Serikat (kultur tan rumah), maka kultur mereka sendiri akan dipengaruhi oleh kultur Tuan rumah ini. Lama kelamaan, nilai, dan cara berperilaku serta kepercayaan dari kultur tuan rumah ini akan menjadi bagian dari kultur tuan rumah akan menjadi bagian dari kultur kelompok imigran itu. Pada waktu yang sama, kultur tuan rumah pun ikut berubah.
Kesamaan dan Perbedaan Antar budaya dalam Hal Transmisi Budaya melalui awal masa perkembangan dan pola kelekatan (attachment) pada ibu atau pengasuh
Awal Perkembangan dan Pengasuhan Transmisi budaya dapat terjadi sesuai dengan awal pengembangan dan pengasuhan yang terjadi pada masing-masing individu. Dimana proses seperti enkulturasi, sosialisasi ataupun akulturasi yang mempengaruhi perkembangan psikologis individu tergantung bagaimana individu mendapat pengasuhan dan bagaimana lingkungan yang diterimanya.

Jika seorang anak sedari dini lebih banyak menghabiskan waktunya bersama pengasuh, maka kelekatan antara seorang anak dan ibu akan kurang daripada bersama pengasuhnya. Karena pengaruh sosialisasi, akulturasi, dan enkulturasi terjadi di masyarakat, membuat setiap orang berusaha untuk mengetahui hal tersebut. Sehingga pola perilaku individu mengalami proses belajar dalam kesehariannya melalui sosialisasi terhadap lingkungan yang mempengaruhinya. Maka terjadilah kesamaan dan perbedaan antar budaya dalam mempengarahui pola perkembangan seorang anak.


sumber :
 http://id.termwiki.com/ID:cultural_transmission
 http://www.scribd.com/doc/27119983/A-Sosialisasi-1-Pengertian-Sosialisasi-Menurut-Para
http://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasi 
http://www.imadiklus.com/2012/04/kajian-antropologi-teknologi-pendidikan-kasus-transmisi-budaya-belajar.html                

Kamis, 04 Oktober 2012

Pengertian dan Tujuan dari Psikologi lintas Budaya


Pengertian psikologi lintas budaya

Psikologi Lintas budaya menurut  para ilmuan
·         Psikologi Lintas Budaya Matsumoto, (2004) Dalam arti luas, psikologi lintas budaya terkait dengan pemahaman atas apakah kebenaran dan prinsip-prinsip psikologis bersifat universal (berlaku bagi semua orang di semua budaya) ataukah khas budaya (culture specific, berlaku bagi orang-orang tertentu di budaya-budaya tertentu)
·         Menurut Triandis, Malpass, dan Davidson (1972) psikologi lintas budaya mencakup kajian suatu pokok persoalan yang bersumber dari dua budaya atau lebih, dengan menggunakan metode pengukuran yang ekuivalen, untuk menentukan batas-batas yang dapat menjadi pijakan teori psikologi umum dan jenis modifikasi teori yang diperlukan agar menjadi universal.
·         Psikologi Lintas menurut Brislin, Lonner dan Thorndike, (dalam Berry dkk, 1997:2) adalah kajian empiris mengenai anggota beberapa kelompok budaya yang telah memiliki perbedaan pengalaman, yang dapat membawa ke arah perbedaan perilaku. Psikologi lintas budaya berkutat dengan kajian sistematis mengenai peilaku dan pengalaman, sebagaimana pengalaman itu terjadi dalam budaya berbeda yang dipengaruhi budaya yang bersangkutan (Berry dkk, 1997:2)Menurut Berry psikologi lintas budaya berkutat tentang kajian sistematis mengenai prilaku dan pengalaman , sebagaimana pengalaman itu terjadi dalam budaya berbeda yang dipengaruhi budaya yang bersangkutan.Secara umum Lintas budaya adalah pengertian akan keanekaragaman budaya    yang ada di dunia sekaligus dampak budaya tersebut terhadap kelangsungan masyarakat sekitar yang hidup dalam lingkup budaya tertentu. Psikologi lintas budaya mempelajari peran budaya terhadap perilaku, pikiran, dan emosi.

      fungsi dari lintas budaya sendiri  untuk merentangkan toleransi kita ketika berhadapan dengan anggota masyarakat dari budaya yang berbeda dengan kita sendiri.

      Ruang lingkup dari ilmu psikologi lintas budaya adalah :
      a. Pewarisan dan Perkembangan Budaya
b. Budaya dan Diri (Self)
c. Persepsi
d. Kognisi & Perkembangannya
e. Psikologi Perkembangan
f. Bahasa
g. Emosi
h. Psikologi Abnormal
i. Psikologi Sosial


Hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Ilmu lain


Psikologi budaya mencoba mempelajari bagaimana faktor budaya dan etnis mempengaruhi perilaku manusia. Psikologi Sosial mempelajari tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan masyarakat sekitarnya. Psikologi lintas budaya juga sama mempelajari individu dengan masyarakat selain itu juga mempelajari individu dengan atar masyarakat yang berbeda.

 Ruang Lingkup Antropologi psikologi sama dengan pengakajian secara psikologi  lintas budaya (cross cultural) mengenai kepribadian dan sistem sosial budaya. Meliputi masalah-masalah sebagai berikut :
          A. Hubungan struktur sosial dan nilai-nilai budaya dengan pola pengasuhan anak pada umumnya.
  B. Hubungan antara struktur kepribadian rata dengan sistem peran (role system) dan     aspek proyeksi dari dari kebudayaan.  

 •        Hubungan psi lintas budaya dengan kepribadian 

    Hal paling menarik dari hubungan kepribadian dengan konteks lintas budaya adalah masalah locus of control. Sebuah konsep yang dibangun oleh Rotter (1966) yang menyatakan bahwa setiap orang berbeda dalam bagaimana dan seberapa besar kontrol diri mereka terhadap perilaku dan hubungan mereka dengan orang lain serta lingkungan. 
Locus of control kepribadian umumnya dibedakan menjadi dua berdasarkan arahnya, yaitu internal dan eksternal. Individu dengan locus of control eksternal melihat diri mereka sangat ditentukan oleh bagaimana lingkungan dan orang lain melihat mereka. Sedangkan locus of control internal melihat independency yang besar dalam kehidupan dimana hidupnya sangat ditentukan oleh dirinya sendiri.
    Sebagai contoh adalah penelitian perbandingan antara masyarakat Barat (Eropa-Amerika) dan masyarakat Timur (Asia). Orang-orang Barat cenderung melihat diri mereka dalam kaca mata personal individual sehingga seberapa besar prestasi yang mereka raih ditentukan oleh seberapa keras mereka bekerja dan seberapa tinggi tingkat kapasitas mereka. Sebaliknya, orang Asia yang locus of control kepribadiannya cenderung eksternal melihat keberhasilan mereka dipengaruhi oleh dukungan orang lain ataupun lingkungan.



•    Budaya dan Perkembangan Kepribadian
     Kepribadian manusia selalu berubah sepanjang hidupnya dalam arah-arah karakter yang lebih jelas dan matang. Perubahan-perubahan tersebut sangat dipengaruhi lingkungan dengan fungsi–fungsi bawaan sebagai dasarnya. Stern menyebutnya sebagai Rubber Band Hypothesis (Hipotesa Ban Karet). Seseorang diumpamakan sebagai ban karet dimana faktor-faktor genetik menentukan sampai mana ban karet tersebut dapat ditarik (direntangkan) dan faktor lingkungan menentukan sampai seberapa panjang ban karet tersebut akan ditarik atau direntangkan. Dari hipotesa di atas dapat disimpulkan bahwa budaya memberi pengaruh pada perkembangan kepribadian seseorang. Perubahan-perubahan yang terjadi pada seorang anak yang tinggal bersama orangtua ketika beranjak dewasa tentunya sangat berbeda dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada anak yang tinggal di panti asuhan.
Selain itu, perkembangan kepribadian seseorang dipengaruhi pula oleh semakin bertambahnya usia seseorang. Semakin bertambah tua seseorang, tampak semakin pasif, motivasi berprestasi dan kebutuhan otonomi semakin turun, dan locus of control dirinya semakin mengarah ke luar (eksternal).


Perbedaan Psikologi Lintas Budaya dengan Psikologi Indigenous 

     Indigenous psychology dapat juga didefinisikan sebagai pandangan psikologi yang asli pribumi dan memiliki pemahaman mendasar pada fakta-fakta atau keterangan yang dihubungkan dengan konteks kebudayaan setempat indigenous Psychology merupakan suatu terobosan baru dalam dunia psikologi  yang mana merupakan suatu untuk memahami manusia berdasarkan konteks kultural/budaya. Indigenous psychology dapat juga didefinisikan sebagai pandangan psikologi yang asli pribumi dan memiliki pemahaman mendasar pada fakta-fakta atau keterangan yang dihubungkan dengan konteks kebudayaan setempat. Jadi perbedaan Psikologi lintas budaya dengan Psikologi Indigenous adalah Psikologi lintas budaya berfokus pada membicararakan isu, konsep dan metode yang dikembangkan oleh komunitas ilmiah di barat—kebanyakan Amerika Serikat dan Eropa Barat—dan yang dipelajari di timur—kebanyakan negara dunia. Sedangkan Psikologi Indigenous mencakup studi tentang isu dan konsep yang mencerminkan kebutuhan dan realitas dari budaya tertentu—dalam hal ini, tentu akan banyak upaya untuk memodifikasi instrumen guna memasukkan perspektif indigenus/setempat. Sebagai contoh kajian indigenous personality adalah penelitian yang dilakukan Doi (1973). Doi mengemukakan adanya Amae yang dikatakan sebagai inti konsep dari kepribadian orang-orang Jepang. Amae berakar pada kata ‘manis’, dan secara perlahan dirujukkan sebagai sifat pasif, ketergantungan antar individu. Dipaparkan pula bahwa Amae berakar pada hubungan antara bayi dengan ibunya. Menurut Doi, relationship seluruh orang Jepang dipengaruhi dan berkarakteristik  Amae, sebagaimana Amae ini secara mendasar mempengaruhi budaya dan kepribadian orang Jepang. Suatu konsep yang memandang kepribadian sebagai bagian tak terpisahkan dari konsep hubungan sosial.

Psikologi Lintas Budaya dengan Psikologi Budaya

    Psikologi budaya adalah studi tentang cara tradisi budaya dan praktek sosial mengekspresikan, mentransformasikan dan mengubah psike manusia. Jadi perbedaan Psikologi lintas budaya dengan Psikologi budaya adalah Psikologi lintas budaya melihat persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik sedangkan Psikologi budaya melihat bagaimana budaya dapat mentransformasikan dan mengubah psike seseorang.

Antropologi dengan Psikologi Lintas Budaya
     Sementara psikologi lintas-budaya dan antropologi sering tumpang tindih, baik disiplin cenderung memfokuskan pada aspek yang berbeda dari suatu budaya. Sebagai contoh, banyak masalah yang menarik bagi psikolog yang tidak ditangani oleh antropolog, yang memiliki masalah mereka sendiri secara tradisional, termasuk topik-topik seperti kekerabatan, distribusi tanah, dan ritual. Ketika antropolog melakukan berkonsentrasi pada bidang psikologi, mereka fokus pada kegiatan dimana data dapat dikumpulkan melalui pengamatan langsung, seperti usia anak-anak di sapih atau praktek pengasuhan anak. Namun, tidak ada tubuh yang signifikan data antropologi pada banyak pertanyaan yang lebih abstrak sering ditangani oleh psikolog, seperti konsepsi budaya intelijen.


    sumber :    http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_lintas_budaya
                      http://tiwipratiwi07.wordpress.com/2012/01/12/psikologi-lintas-budaya

Rabu, 16 Mei 2012

Tokoh yang Memilki Kriteria Kesehatan Mental menurut Teori Abraham Maslow




Maslow merupakan salah satu tokoh aliran Humanistik teorinya ya itu mengaenai piramida kebutuhan . Humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisem dan psikoanalisis . Humanistik mengatakan bahwa manusia adalah suatuketunggalan yang mengalami , menghayati dan pada dasarnya aktif ,punya tujuan serta punya harga diri .
Pandangan humanisme dalam kepribadian menekankan pada hal-hal berikut  :
1. Holisme menegaskan bahwa organisme selallu bertingkahlaku  sebagai kesatuan yang utuh , bukan sebagai rangkaian bagian/ komponen yang berbeda .2. Menolak riset binatang
Riset binatang memandang manusia sebagai mesin serta mengabaikan karakteristik manusia yang unik  seperti  keberanian , cinta, humor, cemburu dan hasil kerja berfikir lainya .
3. Manusia pada dasarnya baik
Manusia memiliki stuktur yang potensial untuk berkembang positif .
4. Potensi Kreatif
Kreativitas merupakan ciri universal manusia semenjak dilahirkan.
Kreatif adalah si fat alami sama seperti burung yang terbang, tinggal bagaimana manusia tersebut mau atau tidaknya mengembangkan potensi kreativitasnya .
5. Menekankan kesehatan psikologik
Pendekatan humanistik mengarahkan perhatianya kepada manusia sehat, kreatif  dan mampu mengaktualisasikan diri .

            Tokoh yang akan saya akan bahsa dengan menggunakan teori Hirarki Kebutuhan dari Maslow adalah Agnes Monica Muljoto, yang lebih dikenal publik sebagai Agnes Monica. Perempuan yang lahir di Jakarta pada 1 Juli 1986 ini pantas berbangga dengan semua bakat, kemampuan dan prestasinya . Agnes Monica memiliki hobi ice skating dan badminton yang dilakoninya di sela-sela kesibukannya sebagai penyanyi, aktris, bintang iklan dan presenter yang ditekuninya sejak usia dini pada 1990.



Dalam teorinya Maslow mengatakan bahwa kebutuhan manusia itu ada lima tingkatan, tersusun secara hirarkis dan punya nilai kepuasan dan tingkat upaya yang berbeda beda.
Kelima tingkatan kebutuhan tersebut adalah:
1. Kebutuhan Fisiologis :  Sudah tidak dapat disangsikan lagi Agnes yang terlahir dari  pasangan Jenny Siswono dan Ricky Suprapto merupakan keluarga yang memiliki perekonomian yang baik . Kebutuhan fisiologis seperti rasa lapar, rasa haus, pakaian serta kebutuhan ragawi  lainya .
2. Kebutuhan Keamanan : antara lain keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional . Kemana pun  Agnes pergi selalu dikawal oleh para pengawalyanya yang ditugaskan untuk selalu menjaga keamanan  serta melindungi Agnes dari segala sesuatu yang dapat membahayakan fisik maupun kejiwaan Agnes seperti tindakan para fens fanatik Agnes yang berlebihan .
3. Kebutuhan Sosial : Mencangkup kasih sayang, rasa dimiliki, prhatian dan diterima baik . Walaupun Agnes disibukan dengan berbagai kegiatan  kakak kandung Agnes monika yang juga menejernya selaalu mendampinginya kmana pun kasih sayang serta perhatian selalu ada, Agnes pun  dterima baik di berbagai kalangan karena sikap nya yang begitu ramah dan mudah untuk bergaul dngan siapapun .
4. Kebutuhan Penghargaan : mencangkup faktor hormat internal seperti otonomi, prestasi, harga diri. Faktor rasa hormat eksternal mencangkup status, pengakuan dan perhatian. Agnes  memperoleh IPK 3,67 yang berhasil diraihnya di semester terakhir. Pada pertengahan 2009, Agnes melanjutkan kuliah pada OSU Amerika Serikat dengan Program Distance Education Jurusan Political Science. Selain prestasi belajar beberapa penghargaan bergengsi, yaitu Drama Terpopuler serta Aktris Terfavorit pada Panasonic Award 2001 dan 2002  . album pertamanya membuahkan kesuksesan, dengan diraihnya tiga penghargaan AMI Awards 2004 sebagai Artis Pop Solo Terbaik, Karya Produksi Dance/Techno Terbaik, Duo/Group Terbaik (pada duetnya dengan Ahmad Dhani). Selain itu, Agnes juga meraih penghargaan pada MTV Indonesia Awards 2004 sebagai Most Favorite Female. Penghargaan dari luar negeri juga diraihnya, seperti Pendatang Baru Terbaik pada Anugerah Planet Muzik 2004 di Singapura. Album ini juga meraih double platinum dengan penjualan lebih dari 300.000 kopi. Album yang berjudul Whaddup A'..?!  juga membawa Agnes pada kesuksesan dengan diraihnya tiga piala AMI Awards sebagai Artis Pop Solo Wanita Terbaik, Produksi R&B Terbaik, dan Desain Sampul Album Terbaik. SCTV Awards juga menganugerahi Agnes penghargaan sebagai Album Pop Solo Terbaik. Beberapa penghargaan besar juga diraih artis multi talenta ini, seperti Video Klip Terfavorit dan Aktris Terbaik pada video klip Tanpa Kekasihku pada VMI Indonesia, Most Favorite Female pada MTV Indonesia Awards, juga Artis Fenomenal Generasi Baru Musik Indonesia pada Penghargaan Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI), dan masih banyah penghargaan lainya yang telah Agnes telah terima .
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri : berupa pengakuan terhadap kapasitas pengetahuan, keterampilan, dan potensi yang dimilikinya. Semenjak kecil agnes sudah memuli karirinya didunia hiburan dari seorang presenter acara musik, setelah beranjak dewasa angnes makin mengembangkan bakatnya dengan menjadi bintang iklan, memainkan beberapa sinetron serta menjadi seorang penyayi bakatnya pun tersus berkembang seiring pertumbuhannya malah saat agnes masih kuliah dia memiliki keinginan untuk menjadi artis go publik yang memiliki banyak bakat , hal tersebut bisa dibuktikan oleh Agnes.
  Dalam proses Agnes juga mulai membuktikan karir internasionalnya dengan membintangi serial drama Asia The Hospital di Taiwan pada 2006. Walaupun peran yang dimainkannya bukan peran utama, namun kesempatan ini dimanfaatkan Agnes untuk berakting bersama Jerry Yan, salah satu personil F4. Agnes juga sempat bermain pada beberapa episode serial Romance in the White House.Pada akhir 2008, tepatnya pada September 2008, Agnes meraih penghargaan sebagai the Best Asian Artist dan the Best Performance pada Asia Song Festival 2009 di Seoul, Korea Selatan. 21 November 2010, Agnes menjadi salah satu host internasional untuk ajang AMA (American Music Award) bersama penyanyi country Amerika, Danny Gokey. Juli 2011, Agnes yang saat itu sedang dikontrak rekaman oleh produser berkualitas asal Amerika, Greg Ogan, juga melakukan duet dengan penyanyi Amerika, Timbaland. Tak hanya sampai di situ, Agnes masih menorehkan prestasi lagi dengan terpilihnya menjadi salah satu nominator di ajang bergengsi MTV Europe Awards 2011.
Nama Agnes masuk dalam kategori World Wide Act Asia Pacific Nominees. Sampai sekarang pun Agnes tetap mengembangkan karirnya baik dalam skala nasional maupun internasional .      
Teori Maslow menjelaskan bahwa tingkatan kebutuhan hirarki diatas dapat dicapai setiap manusia secara bertahap. Suatu tingkatan kebutuhan memerlukan pemuasan yang optimal apabila ingin berpindah ke tingkatan selanjutnya. Sifat statis teori ini mengindikasikan bahwa orang akan terus menerus berupaya memenuhi tingkatan kebutuhanya yang belum terpenuhi hingga puas dan tidak memotivasi dirinya lagi. Jika keadaan sudah puas terjadi orang akan berpindah ke kebutuhan selanjutnya yang nilai kepuasanya lebih tinggi dan memerlukan upaya yang lebih tinggi lagi. Begitulah seterusnya hingga manusia mencapai kepuasan tertinggi yaitu kebutuhan aktualisasi diri di masyarakat, proses itu pula yang terjadi pada Agnes Monica sehingga dy dapat mencapai aktualisasi diri .

Minggu, 25 Maret 2012

PERBANDINGAN KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT PSIKOANALISA dan BEHAVIOURISME

Psikoanalisa

Salah satunya tokoh psikoanalisis adalah Sigmund Freud (1856 – 1939). Nama asli Freud adalah Sigismund Scholomo. Namun sejak menjadi mahasiswa Freud tidak mau menggunakan nama itu karena kata Sigismund adalah bentukan kata Sigmund. Freud lahir pada 6 Mei 1856 di Freiberg, Moravia. Saat itu Moravia merupakan bagian dari kekaisaran Austria-Hongaria (sekarang Cekoslowakia). Pada usia empat tahun Freud dibawa hijrah ke Wina, Austria (Berry, 2001:3). Kedatangan Freud berbarengan dengan ramainya teori The Origin of Species karya Charles Darwin (Hall, 2000:1).
Psikoanalisis bermula dari keraguan Freud terhadap kedokteran. Pada saat itu kedokteran dipercaya bisa menyembuhkan semua penyakit, termasuk histeria yang sangat menggejala di Wina (Freud, terj.,1991:4). Pengaruh Jean-Martin Charcot, neurolog Prancis, yang menunjukkan adanya faktor psikis yang menyebabkan histeria mendukung pula keraguan Freud pada kedokteran (Berry, 2001:15). Sejak itu Freud dan doktor Josef Breuer menyelidiki penyebab histeria. Pasien yang menjadi subjek penyelidikannya adalah Anna O. Selama penyelidikan, Freud melihat ketidakruntutan keterangan yang disampaikan oleh Anna O. Seperti ada yang terbelah dari kepribadian Anna O. Penyelidikan-penyelidikan itu yang membawa Freud pada kesimpulan struktur psikis manusia: id, ego, superego dan ketidaksadaran, prasadar, dan kesadaran.. Dalam aliran ini menyatakan bahwa kebanyakan dari apa yang manusia lakukan dan pikirkan adalah hasil dari keinginan dan dorongan yang mencari permunculan dalam dalam perilaku dan pikiran.Manusia dianggap sebagai sakit atau pincang, manusia adalah korban dari tekanan-tekanan biologis dan konflik masa kanak-kanak yang nantinya mempengaruhi perkembangan seorang induvidu,asosiasi bebas dan analisis mimip merukan metode terapi yang digunakan oleh freud .Dalam pisikoanalisa dorongan bidang seksual memiliki peranan yang penting walaupun bidang-bidang nonseksualpun diperlukan .
Menurut Psikoanalisa Keperibadian yang normal (sehat).:
• Kepribadian yang sehat menurut Freud adalah jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah.
• Hasil dari belajar dalam mengatasi tekanan dan kecemasan.
• Kesehatan mental yang baik adalah hasil dari keseimbangan antara kinerja super ego terhadap id dan ego.
• Pada alam pikiran tidak sadar dan kreativitas sebagai kompensasi untuk masa anak-anak yang traumatis.
• Individu bersifat egois, tidak bermoral, dan tidak mau tahu kenyataan.
• Manusia sebagai homo valens dengan berbagai dorongan dan keinginan
• Motif-motif dan konflik tak sadar adalah sentral dalam tingkah laku sekarang
• Manusia didorong oleh dorongan seksual agresif

Behavioristik

Aliran ini sering dikatkan sebagai aliran ilmu jiwa namun tidak peduli pada jiwa. Pada akhir abad ke-19, Ivan Petrovic Pavlov memulai eksperimen psikologi yang mencapai puncaknya pada tahun 1940 – 1950-an. Di sini psikologi didefinisikan sebagai sains dan sementara sains hanya berhubungan dengan sesuatu yang dapat dilihat dan diamati saja. Sedangkan ‘jiwa’ tidak bisa diamati, maka tidak digolongkan ke dalam psikologi.
Aliran ini memandang manusia sebagai mesin (homo mechanicus) yang dapat dikendalikan perilakunya melalui suatu pelaziman (conditioning). Sikap yang diinginkan dilatih terus-menerus sehingga menimbulkan maladaptive behaviour atau perilaku menyimpang. Salah satu contoh adalah ketika Pavlov melakukan eksperimen terhadap seekor anjing. Di depan anjing eksperimennya yang lapar, Pavlov menyalakan lampu. Anjing tersebut tidak mengeluarkan air liurnya. Kemudian sepotong daging ditaruh dihadapannya dan anjing tersebut terbit air liurnya. Selanjutnya begitu terus setiap kali lampu dinyalakan maka daging disajikan. Begitu hingga beberapa kali percobaan, sehingga setiap kali lampu dinyalakan maka anjing tersebut terbit air liurnya meski daging tidak disajikan. Dalam hal ini air liur anjing menjadi conditioned response dan cahaya lampu menjadi conditioned stimulus.
Percobaan yang hampir sama dilakukan terhadap seorang anak berumur 11 bulan dengan seekor tikus putih. Setiap kali si anak akan memegang tikus putih maka dipukullah sebatang besi dengan sangat keras sehingga membuat si anak kaget. Begitu percobaan ini diulang terus menerus sehingga pada taraf tertentu maka si anak akan menangis begitu hanya melihat tikus putih tersebut. Bahkan setelah itu dia menjadi takut dengan segala sesuatu yang berbulu: kelinci, anjing, baju berbulu dan topeng Sinterklas.Ini yang dinamakan pelaziman dan untuk mengobatinya kita bisa melakukan apa yang disebut sebagai kontrapelaziman (counterconditioning).Dalam aliran ini manusia di perlakukan seperti mesin,maksudnya adalah manusia sudah mengatur segala sesuatunya sebagai suatu sistem yang kompleks yag bertingkah laku menurut cara yang sesuai_hukum.misalnya:
a) Manusia itu sudah teratur dengan apa yang sudah menjadi fungsinya masing-masing yang sudah tersusun baik dan di tentukan sebelumnya dengan banyak spontanitas.
b) Dengan kegembiraan hidup dan kreativitas layaknya alat pengatur panas dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
Jadi individu adalah manusia biasa yang memberikan respon positif terhadap stimulus dari luar.
Kepribadian sehat behavioristik :
• Manusia adalah makhluk perespon; lingkungan mengontrol perilaku.
• Manusia tidak memiliki sikap diri sendiri
• Mementingkan faktor lingkungan
• Menekankan pada faktor bagian
• Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif.
• Sifatnya mekanis mementingkan masa lalu

Rabu, 14 Maret 2012

Negeri 5 Menara Cerminan film yang Memiliki Kesehatan Mental



Film Negeri 5 Menara merupakan film yang asalnya dari buku yang berjudul sama yaitu Negeri 5 menara yang merupakan novel pertama karya Ahmad Faudi ditebitkan oleh Gramedia pada tahun 2009 .
Film Negeri 5 Menara berfokus pada sekelompok santri yang membentuk pertemanan dengan nama Sahibul Menara. Mereka adalah Alif, Baso, Atang, Said, Raja dan Dulmajid. Nama Sahibul Menara merujuk pada kebiasaan mereka yang suka beristirahat siang di bawah menara yang menjulang di pesantren itu.Uniknya, setelah bertemu, ternyata apa yang mereka bayangkan ketika menunggu Azhan Maghrib di bawah menara masjid benar-benar terjadi. Kekaguman pada menara yang "tampak menyentuh langit" itu juga mengilhami mereka untuk melahirkan kesepakatan. Kelak, kalau berhasil mengunjungi negara impian masing-masing, mereka akan bertukar foto menara dari negera tersebut.

Tokoh-tokoh dalam film Negeri 5 Menara :
Faudi alias Alif : .Anak ymg tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau ,Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya belajar di pondok.
Raja : Teman Alif dari Medan. Ia adalah anggota English Club dan seorang orator yang hebat.
Said : Dari Surabaya. Ia sangat terobsesi dengan bodybuilding dan mengidolakan Arnold Schwarznegger.
Dulmajid : Dari Sumenep, Madura. Seorang pemain bulutangkis, rekan latih tanding Ustad Torik.
Atang : Dari Bandung. Seorang yang mencintai seni dan teater.
Baso : Dari Gowa, Sulawesi. Terkenal karena memori fotografis dan Bahasa Arab yang fasih. Ia meninggalkan Pondok Madani saat kelas lima untuk menjaga neneknya dan berusaha menghafal Al-Qur`an di kampung halamannya.
Alasan saya memilih film Negeri 5 Menara menjadi film yang memiliki kriteria kesehtan mental yang baik karena contohnya saja Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau Belajar di pesantren bagi Fuadi ternyata memberikan warna tersendiri bagi dirinya. Ia yang tadinya beranggapan bahwa pesantren adalah konservatif, kuno, ”kampungan” ternyata adalah salah besar. Di pesantren ternyata benar-benar menjujung disiplin yang tinggi, sehingga mencetak para santri yang bertanggung jawab dan komitmen. Di pesantren mental para santri itu ”dibakar” oleh para ustadz agar tidak gampang menyerah. Setiap hari, sebelum masuk kelas, selalu didengungkan kata-kata mantera ”Manjadda Wajadda” jika bersungguh-sungguh akan berhasil.
”Siapa mengira jika Fuadi yang anak kampung kini sudah berhasil meraih impiannya untuk bersekolah dan bekerja di Amerika Serikat? Untuk itu, jangan berhenti untuk bermimpi,”Dalam film ini tidak ada tokoh yang paling menonjol bandingkan tokoh lainya semua tokoh memiliki keunikan serta keahlian masing-masing dalam mencapai segala impianya dari hanya sekedar bahan obrolan dan candaan dibawah menara dengan kemapuan dan kemauan keras yang mereka miliki semuanya bisa terwujud menjadi sebuah kenyataan.Sungguh banyak makna dan hikmah yang bisa kita ambil dari film Negeri 5 Menara .

Senin, 12 Maret 2012

Tokoh yang mencerminkan kesehatan mental

Tokoh luar Biasa di Indonesia yang Memiliki Kesehatan Mental





Bacharudin Jusuf Habibie atau yang lebih sering disebut B.J Habibie merupakan salah sastu tokoh yang memiliki peranan penting di Indonesia dan meenurut saya beliau merupakan salah satu tokoh yang memiliki kesehatan mental yang baik  karena Habibie memiliki kecerdasan IQ,SQ,EQ.kesehatan fisik serta bisabersosialisasi denga orang-orang yang ada dsekelilingnya berikut adalah uraian prestasi yang dimiliki Habibie.
Bacharuddin Jusuf Habibie (lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936) Dimasa kecil, Habibie telah menunjukkan kecerdasan dan semangat tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya Fisika. Selama enam bulan, ia kuliah di Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), dan dilanjutkan ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman pada 1955. Dengan dibiayai oleh ibunya, R.A. Tuti Marini Puspowardoyo, Habibie muda menghabiskan 10 tahun untuk menyelesaikan studi S-1 hingga S-3 di Aachen-Jerman .
Bacharudin Jusuf Habibie adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga . Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek ,walaupun demikin B.J Habibie dapat dikatakan berhasil melaksanakan Salah satu tugas pentingnya yaitu kembali mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. Beliau juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi.Pada era pemerintahannya yang singkat B.J Habibie juga berhasil memberikan landasan kokoh bagi Indonesia, pada eranya dilahirkan UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting adalah UU otonomi daerah. Melalui penerapan UU otonomi daerah inilah gejolak disintergrasi yang diwarisi sejak era Orde Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tanpa adanya UU otonomi daerah bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib sama seperti Uni Soviet dan Yugoslavia.
Visinya yang langsung membawa Indonesia menjadi negara Industri mendapat pertentangan dari berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri yang menghendaki pembangunan secara bertahap yang dimulai dari fokus investasi di bidang pertanian. Namun, Habibie memiliki keyakinan kokoh akan visinya, dan ada satu “quote” yang terkenal dari Habibie yakni :
“I have some figures which compare the cost of one kilo of airplane compared to one kilo of rice. One kilo of airplane costs thirty thousand US dollars and one kilo of rice is seven cents. And if you want to pay for your one kilo of high-tech products with a kilo of rice, I don’t think we have enough.” (Sumber : BBC: BJ Habibie Profile -1998.) .
Secara materi, Habibie sudah sangat mapan ketika ia bekerja di perusahaan MBB Jerman. Selain mapan, Habibie memiliki jabatan yang sangat strategis yakni Vice President sekaligus Senior Advicer di perusahaan high-tech Jerman. Sehingga Habibie terjun ke pemerintahan bukan karena mencari uang ataupun kekuasaan semata, tapi lebih pada perasaan “terima kasih” kepada negara dan bangsa Indonesia dan juga kepada kedua orang tuanya. Habibie merupakan presiden RI pertama yang menerima banyak penghargaan terutama di bidang IPTEK baik dalam negri maupun luar negri oleh karena itu Habibie juga disebut sebagai bapa teknologi ,Habibie juga disebut bapak demokrasi karena mada masa pemerintahanya Habibie menerapkan kebebasn untuk berpendapat,berserikat dan berkumpul untuk mencapai mufakat tidak seperti pada masa pemerintahaan soharto yang dikenal dengan orde lama saat itu tidak ada kebebasan untuk berpendapat,berserikat dan berkumpul .Walaupun Habibie sudah menjadi orang nomer satu pada saat itu habibie tidak melupakan kewajibanya sebagai umat islam yaitu selalu berdoa serta memohon petunjuk kepada Allah dalam melakukan segala keputusan untuk rakyat Indonesia Selain mendirian The Habibie Centre, Habibie juga berjasa dalam pendirian Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) pada 7 Desember 1990 atas persetujuan Soeharto. ICMI merupakan wahana menampung cendekiawan-cendekiawan muslim untuk bersama-sama berkontribusi bagi bangsa dan masyarakat
Catatan :
 “Saya hanya ingin sedikit menggulas kekeguman saya terhadap bapa Habibie,sungguh sangat luar biasa bapa Habibie patut kita contoh baik dalam kegigihanya dalam menuntut ilmu walaupun dengan keterbatasan biaya karena ayahnya sudah meninggal Haibibie masih dapat kuliah dan memiliki perstasi yang baik baik didalam maupun luar negri .Hal lain yang patut kita contoh dari bapa habibie yaitu dedikasinya terhadap bangsa indonesia serta ketaatanya dalam beribadah” 
.
Referensi :
BJ Habibie.2006. Detik-Detik yang Menentukan. THC Mandiri : Jakarta (recommended)
A. Makmur Makka. A True Life of Habibie. Pustaka Iman : Bandung (recommended)
Wawancara Habibie di Impact (Youtube) (recommended)
BJ Habibie – Biografi Tokoh Indonesia
Wikiepedia – BJ Habibie Profile
BBC : BJ Habibie Profile


Sabtu, 12 November 2011

Kepribadiaan manusia





       Pasti kita sering mendengar kata-kata kepribadian dan berkata wah pacar saya kepribadianya tuh labil sebentar-bentar marah-marah ga lama kemudian baik lg..tapi apakah kalian tau sebenarnya apa sih kepribadian itu.
Kepribadiaan disebut juga personality dalam bahasa inggris berasal dari bahasa latin yang memiliki arti persone, yang berarti kedok atau topeng. Dimana hal ini selalu dipakai pada zaman romawi dalam melakukan sandiwara panggung. Lambat laun kata persona (personality) berubah istilah yang mengacu pada gambaran sosial tertentu yang diterima individu dari kelompok atau masyarakat.menurut pengertian sehari-hari atau masyarakat awam, menunjuk pada gambaran bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu yang lainnya.Setiap orang pastinya memiliki kepribadiaan yang unik dan berbeda-beda satu dengan yang lainya coba bayangkan apa yang terjadi apabila kepribadiaan semua orang sama kehidupan ini akan terasa hampa dan datar ibarat sayaur asam tanpa garam.
Setelah kita sudah mengetahui apa itu kepribadian sekarang mari kita cari tau hal-hal apa saja yang mempengaruhi kepribadiaan seseorang.

Pengaruh Budaya
Dalam menerima budaya anak mengalami tekanan untuk mengembangkan pola kepribadian yang sesuai dengan standar yang ditentukan budayanya.misalnya saja anak orang batak biasanya didik lebih keras dari pada anak orang jawa.

Kondisi Fisik
Secara tidak langsung seseorang akan merasakan tentang tubuhnya yang juga dipengaruhi oleh perasaan orang lain terhadap tubuhnya. Kondisi fisik yang mempengaruhi kepribadian antara lain adalah kelelahan, malnutrisi, gangguan fisik, penyakit menahun, dan gangguan kelenjar endokrin ke kelenjar tiroid (membuat gelisah, pemarah, hiperaktif, depresi, tidak puas, curiga, dan sebagainya).
Daya Tarik
Orang yang dinilai oleh lingkungannya menarik biasanya memiliki lebih banyak karakteristik kepribadian yang diinginkan dari pada orang yang dinilai kurang menarik
Inteligensi
Perhatian lebih terhadap anak yang pandai dapat menjadikan ia sombong, dan anak yang kurang pandai merasa bodoh. Apabila berdekatan dengan orang yang pandai tersebut, dan tidak jarang memberikan perlakuan yang kurang baik dan secara tidak langsung akan membuat anak yang kurang pandai akan merasakan minder berdekatan dengan orang yang pandai
Emosi
Ledakan emosional tanpa sebab yang tinggi dinali sebagai orang yang tidak matang. Penekanan ekspresi emosional membuat seseorang murung dan cenderung kasar, tidak mau bekerja sama dan sibuk sendiri.
Nama
Walaupun hanya sekedar nama, tetapi memiliki sedikit pengaruh terhadap konsep diri, namun pengaruh itu hanya terasa apabila anak menyadari bagaimana nama itu mempengaruhi orang yang berarti dalam hidupnya.
Keberhasilan dan Kegagalan
Keberhasilan dan kegagalan akan mempengaruhi konsep diri, kegagalan dapat merusak konsep diri, sedangkan keberhasilan akan menunjang konsep diri itu.
Penerimaan Sosial
Anak yang diterima dalam kelompok sosialnya dapat mengembangkan rasa percaya diri dan kepandaiannya. Sebaliknya anak yang tidak diterima dalam lingkungan sosialnya akan membenci orang lain, cemberut, dan mudah tersinggung.
Pengaruh Keluarga
Pengaruh keluarga sangat mempengaruhi kepribadian anak, sebab waktu terbanyak anak adalah keluarga dan di dalam keluarga itulah diletakkan sendi sendi dasar kepribadian.
Perubahan Fisik
Perubahan kepribadian dapat disebabkan oleh adanya perubahan kematangan fisik yang mengarah kepada perbaikan kepribadian. Akan tetapi, perubahan fisik yang mengarah pada klimakterium  dengan meningkatnya usia dianggap sebagai suatu kemunduran menuju ke arah yang lebih buruk.
Sebenarnya masih banyak lagi hal hal yang mempengaruhi kepribadian, tetapi tidak dapat seluruhnya disampaikan di sini mengingat keterbatasan keterbatasan yang ada.

sumber:
Jaali, H. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
http://www.psikologizone.com/faktor-mempengaruhi-perubahan-kepribadian/06511557

Home

Hello Kitty Kimono Dress